Postingan

Menampilkan postingan dengan label Catatan Ramadhan

Huququl Qorobah (Hak-hak Kerabat/saudara)

Karena kebetulan bab yang komplit dimaknai (baca : masuk ngaji dan tetap dalam keadaan “sadar”) adalah tentang bab ini, maka saya akan mencoba meringkasnya (untuk sebagai pengingat saya yang pelupa😊). Yang dimaksud kerabat dalam kitab ini adalah orang-orang yang mempunyai sifat persaudaraan, baik hubungan darah ataupun hubungan yang lahir karena adanya pernikahan. Ada hadits qudsi yang kira-kira artinya : barang siapa yang suka menyambung silaturahmi, maka Aku (Allah) akan menyambung dengan orang tersebut, dan barang siapa yang memutus silaturahmi, maka Aku (Allah) juga akan memutus dengan orang tersebut. Dari hadits tersebut maka disimpulkan : 1. Manusia wajib menjaga silaturahmi; 2. Tidak saling menyakiti baik dengan perbuatan ataupun perkataan; 3. Menghormati (adab asor) terhadap yang lebih tua, menyayangi kepada yang lebih muda; 4. Menanggung sakit (jika disakiti), namun tetap dengan batasnya; 5. Saling bertanya (kabar) terhadap saudara yang jarang bertemu/saudara jauh; 6. Sa...

Catatan Ramadhan : Adabul Mu'asyaroh (Adab-adab dalam pergaulan)

Bergaul termasuk dalam salah satu cara bersosialisasi pada sesama manusia. Karena pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial. Saling membutuhkan. Masih mengenai kitab kajian ramadhan, taisirul kholaq. Dalam bab ini dijelaskan adab bergaul atau bersosialisasi. Dijelaskan dalam kitab, adabnya meliputi banyak hal, di antaranya : 1. Berwajah bahagia, tidak menunjukkan raut muka cemberut atau sebagainya. Dalam hal ini saya teringat quote : orang lain melihat senyum di wajahmu, namun hanya sahabatmu yang dapat melihat sedih di matamu; 2. Ramah atau lemah lembut. Jika memang suasana hati sedang buruk, lebih baik diam agar kata-kata yang keluar dapat menyinggung/menyakiti hati sahabat; 3. Mendengarkan dengan seksama perkataan sahabat. Bukan sambil mengoperasikan hp atau mengerjakan hal lain. Hal ini sebisa mungkin saya terapkan jika sedang bertemu, maka hp harus disimpan dulu, karena disadari atau tidak, manusia jarang bisa fokus pada beberapa hal dalam satu waktu; 4. Berwibawa namun tet...

Catatan Ramadhan : Adabul Majalis (Adab Pertemuan)

Setiap kita tidak pernah lepas dari pertemuan, mulai dari pertemuan di kelas, tempat kerja, rapat, pengajian, sampai pertemuan dua hati *eh. Namun, beberapa di antaranya ada yang tidak memperhatikan tata krama, yang beberapa di antaranya : 1. Mengucap salam kepada yang sudah hadir ketika datang; 2. Duduk di sebelah orang yang sudah hadir, dan tidak duduk menyendiri (di luar barisan), untuk menghindari fitnah; 3. Tidak ikut menanggapi orang yang berbicara tanpa manfaat (baca : gosip) atau hal yang malah menyebabkan kemudharatan. (Rasanya pengen menampar diri sendiri yang imannya masih sering bisa digoda begini :D); 4. Tidak meremehkan pada yang (status sosialnya) berada di bawah, dan tidak mengagungkan yang (status sosialnya) berada di atas, apalagi ketika ukuran status sosial tersebut adalah harta. Hal ini dapat melemahkan agama dan menurunkan kewibawaan; 5.  Ketika pertemuan tersebut ada di pinggir jalan, hendaknya menjaga pandangan. (Notice ni sama mas-mas yang suka nongkrong...