Postingan

raisya

  Gempar. Gaduh. Bising. Pagi ini ketika aku memasuki kelasku , aku tak menemukan wajah-wajah kebosanan ketika akan mulai pelajaran Kewarganegaraan, yang notabene, hampir semua anak tidak menyukai gurunya. Aku benar-benar heran. Kuletakkan tasku di meja yang memang biasa kutempati. “Ada anak baru di kelas sebelah. Cewek.” Adi membisikiku. Aku mengangguk. Paham. Namanya Raisya. Kutahu dari seorang temanku yang benar-benar mengaguminya, yang tentu saja Adi. Hmm, cantik, baik, ramah, supel, kita semua mengaguminya. Plus pintar. Hampir sempurna. Dia anak baru pindahan dari SMA di Jakarta. Kalau aku laki-laki, aku akan langsung jatuh cinta padanya, ketika semua laki-laki juga berpikiran begitu. “San, cinta itu dating katika seseorang sedang dilanda kebimbangan.” Adi mulai mengajakku bicara. Sejak bisa mengenal Raisya, Adi begitu puitis ketika berbicara. Kalau bisa kukatakan, lebay. Berlebihan. Tapi mungkin memang seperti itulah ketika orang sedang mengagumi seorang wanita...

amplop biru

Science, Felia Rahmawati, 01-018-090-7, nilai: 100…. "Yes !!" aku berucap dalam hati. Teman-teman merubungiku, mereka bertanya bagaimana cara beljarku. Aku hanya tersenyum sambil menjawab pertanyaan mereka dengan sungkan. "Aku hanya membaca dan menghafal, itu saja!" jawabku sambil berlalu. Aku berlari supaya aku cepat bertemu Ibu. Aku bangga, senang dengan kemampuanku sendiri. Walaupun, yach, teman-teman kebanyakan mendapat nilai dibawah 78. Thanks god! ***

Aku Akan Bercerita

aku akan bercerita, mungkin ini akan terlalu biasa untuk didengar. tapi bagiku, ini adalah hal terindah yang pernah aku rasakan. jika kalian pernah merasakan segelas teh. yah, segalanya berawal dari sana….ketika pagi seperti biasa aku membaca selembar koran, hingga kutemukan sebuah tulisa dengan judul ‘segelas teh’. siapa yang membuatnya? dialah dia…. aku menyukainya, itulah yang kurasakan. aku tidak tau dari segi mana. hati kecilku memang berharap diapun begitu. walaupun aku memang tidak menginginkan dia menjadi kekasihku. bukankah setiap sesuatu yang kita cintai tidak harus menjadi milik kita? tidak apa jika dia tidak mencintaiku. saat ini aku hanya ingin merasakan perasaan ini. aku hanya ingin menikmatinya sampai waktu berbaik hati menawarkan sebuah pelabuhan yang indah. seperti Tuhan yang sedang menyiapkan sesuatu yang indah untukku pada saatnya nanti….