Postingan

Jalan-jalan : House of Sampoerna

Gambar
Beberapa bulan yang lalu, Mbak Fitri yang mbak angkatan 2010 mengajak aku untuk jalan-jalan bersama dengan mas-mas 2010. Kemana? Jeng jeng… House of Sampoerna yang letaknya di dekat kawasan Jembatan Merah Plaza, Surabaya. Di House of Samporna ini semuanya gratis, dari parker sampai masuk museum dan kalau lagi beruntung bisa jalan-jalan dengan bis yang memang disediakan untuk mengunjungi situs seperti klenteng dll. Kalau dulu namanya Surabaya Hritage, kalau sekarang Shopping and Kulinery of Surabaya kali, atau apa aku kurang tau… (kebetulan pas kesana waktu itu, bisnya udah dipesen buat rombongan L )

Catatan Random : “­...kepada Allah Yang Maha Lembut”

Beberapa kata-kata yang menarik darinya… “Masyarakat tak peduli seberapa hebatnya kita, yang mereka pedulikan, apakah keberadaan kita memberikan manfaat untuk mereka?” “Syukurilah dan nikmatilah, boleh jadi kesibukan kita sedang dimimpikan banyak orang di luar sana.”

Waduk Beton Ponjong

Gambar
9 Januari 2013 Aku punya teman alumni SMA (MA Nurul Ummah) angkatan 2008, yang memang suka pergi-pergi kalau liburan kampus. Kami memang tidak pernah ketemu setelah lulus dari MANU karena kami diterima di kampus yang berbeda-beda, kalaupun sama, fakultasnya yang berbeda. Makanya, kami (lebih-lebih aku) menantikan acara kumpul bersama dengan mereka yang tentunya setiap liburan semester atau dua kali dalam setahun. Oh iya, kami menamai kelompok kami sejak masih sekolah dengan nama HANETHER, yang berarti Happy Nelongso Together (Seneng Susah tetap Bersama). Memang, kami hanya 28 orang dan jika berkumpul mungkin hanya 8-12 orang. Sudah mentok. Haha Liburan kali ini, kami berencana untuk ke Gunung Kidul, sebuah kabupaten yang ada di Yogyakarta dan tempatnya paling tinggi, tepatnya ke sebuah waduk yang ada di Kecamatan Ponjong, Gunung Kidul. Sekitar jam 10 pagi, kami menuju kesana. Sebelumnya kami, berseblas-orang, berkumpul di dekat pondok. Perjalanan dari Kotagede ke P...

Kebun Buah Mangunan

Gambar
Bagi Embakku (begitu aku memanggil mbak sepupuku), ini adalah pertama kalinya kesana… Entah kenapa diberi nama kebun buah. Kami kira dulu, disana bisa makan buah semaunya. Setelah sampai sana, kami hanya menjumpai beberapa pohon buah seperti pohon rambutan, batang pisang, pohon kers, dan beberapa pohon yang kami tidak tahu namanya, itupun banyak yang belum berbuah. Namun, di kebun buah tersebut ada hewan langka sepertinya, yaitu Rusa Timor, hasil penangkapan yang bekerja sama dengan BKSDA Yogyakarta dan Koperasi Kebun Buah. Namun, kami tidak hanya membawa kekecewaan disana. Setelah kami menyelusuri jalan setapak, kami menemukan danau buatan dan tempat bermain seperti ayunan dan alat brmain lain di bawah rimbunnya pohon kers. Lalu kami melanjutkan perjalanan menanjak hingga tiba di puncak kebun buah yang subhanallah indahnya. Pemandangan hutan dan sungai yang ada di depan kami. Mungkin ini lah yang dibanggakan oleh masyarakat di sekiran kebun buah di daer...

Kirab Budaya Majemuk

Gambar
Terlambat mencatat, 17 Mei 2014 Hari ini, di desa kami, Giriloyo, mengadakan syukuran desa. Kalau ngendikane Pak Yai Ahmad Zabidi, “Ini syukuran petani setelah panen, pembatik setelah terjual batiknya, buruh setelah diterimanya upah…” Prosesi acaranya seperti biasa, dimulai sehabis maghrib dengan ngirit gunungan yang berisi sayur-sayuran dan buah-buahan hasil bumi serta nasi kuning tumpeng beserta lauknya, dari Masjid PP. Arramli ke Masjid Sunan Cirebon Giriloyo dengan diiringi sholawat. Setelah sampai ke Masjid Sunan Cirebon Giriloyo, lalu diberikan sambutan oleh perangkat desa serta doa yang dibacakan oleh para yai. Rebutan gunungan pun dilaksanakan setelah pemotongan tumpeng oleh Pak Yai Ahmad Zabidi. Bukan rebutan sbenarnya, karena sayur-sayuran dan buah-buahan tersebut dibagikan dengan dilempar, tujuannya adalah masyarakat yang tidak bisa ikut berdesak-desakan bisa mendapatkan isi dari gunungan tersebut. Setelah acara rebutan gunungan selesai, barulah acara sholawat...

Tariyem Kliwon

“Berita apa lagi, Jeng?” bukannya kemarin yang itu udah dibicarakan?” sahut Bu An. “Oh diulangi lagi maksudnya?” sahut Bu Sarti. “hfvhrtij%*&####.” Ini bukan rahasia lagi. Semua orang di kampung ini tahu, wanita yang sering pulang malam dan mengaku sebagai dosen yang mendapat jatah mengajar di malam hari itu adalah bohong belaka. Semua orang kampung juga tahu, wanita yang sering keluar rumah Pak Dali setiap petang itu bukan kemenakan Pak Dali. Kenapa semua diam tidak ada yang mau mengingatkan?             Namanya Tariyem Kliwon. Mbak Tari atau Miss Tee kami, orang kampung biasa memanggilnya. Sedikit aneh. Tetapi, ya sudahlah. Dia tak ingin diketahui nama aslinya yang, semua orang juga tahu, ndeso atau kampugan untuk ukuran tahun 2012. Tapi entah siapa yang mencari tahu berita tentang nama Tariyem Kliwon itu tersebar di kampung.             Berita tenteng Mbak ...

curcol ;)

Siapa bilang bersyukur itu mudah? Mengucap   ‘alhamdulallah’ saja terkadang masih ada rasa kurang atas nikmat yang Allah berikan. Itu menurutku. Manuasia banget kan? :D Tadi baru saja aku menemui Ibu Kosku (yang sudah menganggap kami berenam ini anaknya) untuk membayar uang satu tahun kontrakan rumah. Seperti biasa, kami (aku dan Mbak A) dan Ibu Kos bercerita panjang lebar. Curcol lah :D. maklum, suaminya sedang keluar. Ibu Kos bilang saudaranya baru saja kecelakaan. Patah tulang, lalu ‘njagakke’ uang kontrakan rumah ini untuk biaya tersebut. Habis cerita kecelakaan itu, Ibu Kos malah merembet cerita yang lainnya. Nikah yang dulu tertunda karena H-7 ibunya meninggal-lah, pas hari H adiknya meninggal-lah. Akhirnya pernikahan ditunda 2 bulan, eh ternyata Tuhan berkehendak lain. Sebelum hari H itu neneknya malah masuk rumah sakit. (kami menghela nafas). Tentang benjolan-benjolan yang (kata dokter) lemak yang nggak menyatu dengan darah-lah, tumor jinak-lah, kista-lah, sam...

Hai

"Hai." Sapamu malam itu. "Bagaimana kabarmu? Sudah lama kita tak pernah saling sapa, bahkan sekedar 'hai' saja sudah tidak pernah lagi kudengar lima bulan ini. Mungkin, kau sudah terlalu sibuk dengan hal-hal lain yang mumbuatmu lupa denganku atau apa kau sudah lupa?" Kataku melalui sebuah pesan yang menurutku sangat tak singkat ini. "Apakah Jogja masih selembut dahulu, meninabobokkan hatiku dengan sentuhan lembut angin sorenya? Apakah Jogja masih semanis gudeg yang selalu menghadirkan banyak hal manis yang sulit terlupakan? Apakah Jogja manis seramah dahulu, menyapaku dengan senyum maha ramahnya? Ah Jogja, kota lembut selembut hatimu, kota manis semanis senyummu, kota ramah seramah sapaanmu." Lalu di seberang sana, kau tersenyum, "Aku sangat baik-baik saja." "Masih di Jogja?" * sending failed * Surabaya, 25 Maret 2013

Namanya Ibu

Kalau kau ingin bertanya tentang cinta, tanyalah ibumu. Ibumu lebih tahu tentang cinta. Ibumu lebih tahu apa sebenarnya cinta itu. Kalau kau ingin bertanya tentang cinta, tanyalah ibumu. Ibumu yang setengah mati melahirkanmu. Ibumu yang bahagia melihatmu menangis ketika itu. Lalu dari air susunya, keluar kehidupanmu. Kalau kau ingin bertanya tentang cinta, tanyalah ibumu. Orang yang selalu terbangun ketika kau menangis di tengah malam. Orang yang selalu terbangun ketika melihatmu terganggu oleh nyamuk atau serangga lain.
Gambar
#hanether'8 #tamanbuah #dlingo #februari2013 #awesome

Aku (Tidak) Takut

Ternyata terbaik-Mu bukan terbaikku, Tuhan, makanya aku sempat shock untuk beberapa saat ketika melihat hal yang tak menyenangkan di depan mataku Ternyata terbaik-Mu bukan terbaikku, Tuhan, makanya aku sempat menagis lalu memaki-maki diri sendiri yang begitu ‘sembrono’ dalam menjaga amanah yang telah orang lain berikan kepadaku Ternyata terbaik-Mu bukan terbaikku, Tuhan, makanya aku sempat melihat dunia seperti suram ketika aku mendengar kabar itu Ternyata terbaik-Mu bukan terbaikku, Tuhan… Mohon berikan pengertian bahwa ini adalah terbaik-Mu dan juga terbaikku, meski bukan untuk saat ini Ternyata terbaik-Mu bukan terbaikku, Tuhan… Bahwa Kau yang mengertiku lebih dari aku mengerti diriku sendiri 30 Januari 2013 Sebuah penyesalan

Bandung

Gambar
#the beautiful life :*

4 Huruf Itu..

Aku lupa bahwa rasa sayang itu terlalu global untuk disamakan persepsinya, begitu sebaris kalimat yang masih terngiang di kepalaku ketika kami sedang ngobrol di kereta perjalanan Bandung-Surabaya. Ah ternyata persamaan persepsi itu sangat penting, agar seorang komunikator dapat menyampaikan apa yang dimaksudkan kepada komunikannya. Ini bukan masalah 'disalah artikan' :)

R

Life, the wonderful dream Never meets with reality

susuk

“Ceprut…prut…prut.” Suara semprotan air dari Paman membuatku geli. Aku membayangkan muka pasien Pamanku, pasti lucu sekali. Ah, Paman… Aku sedikit meyayangkan perbuatan Paman tersebut. Bagaimana bisa, Pamanku yang dulunya lulusan pondok pesantren salafiyah dan seorang guru ngaji yang disegani di desaku tiba-tiba berubah profesi, masih mending kalau menjadi guru agama di madrasah atau guru apa sajalah, yang penting ilmunya tidak berhenti tetapi bercabang karena diamalkan. Lha ini pamanku kok bisa-bisanya menjadi dukun susuk. Apa tidak mengherankan?

lawang

              Kau menyebutnya lawang. “Kenapa?” begitu tanyaku ketika kau menunjukkan buku lumayan tebal dan sampulnya sudah berantakan. Disana sini ada bekas gigitan rayap yang membuat buku itu menjadi angker. Buku kuno, batinku. Bukankah lawang itu pintu. Daun pintu maksudku, dalam bahasa Jawa. Aku bertanya-tanya dalam hati.             “Dari sini aku belajar hidup, Tan.” Kau merenung. Seperi mengingat-ingat apa yang kau susun untuk dibicarakan denganku sore ini. Lalu tersenyum sendiri.             “Hei, ada apa, Dan?” ___             Masa itu tak pernah hilang dari ingatanku. Rebutan kokoa yang dipetik dari tetangga kita. Lalu bermain petak umpet, yang pastinya kau selalu curang. Bermain boneka, bermain kelereng, gobak sodor , sampai ketika oran...

raisya

  Gempar. Gaduh. Bising. Pagi ini ketika aku memasuki kelasku , aku tak menemukan wajah-wajah kebosanan ketika akan mulai pelajaran Kewarganegaraan, yang notabene, hampir semua anak tidak menyukai gurunya. Aku benar-benar heran. Kuletakkan tasku di meja yang memang biasa kutempati. “Ada anak baru di kelas sebelah. Cewek.” Adi membisikiku. Aku mengangguk. Paham. Namanya Raisya. Kutahu dari seorang temanku yang benar-benar mengaguminya, yang tentu saja Adi. Hmm, cantik, baik, ramah, supel, kita semua mengaguminya. Plus pintar. Hampir sempurna. Dia anak baru pindahan dari SMA di Jakarta. Kalau aku laki-laki, aku akan langsung jatuh cinta padanya, ketika semua laki-laki juga berpikiran begitu. “San, cinta itu dating katika seseorang sedang dilanda kebimbangan.” Adi mulai mengajakku bicara. Sejak bisa mengenal Raisya, Adi begitu puitis ketika berbicara. Kalau bisa kukatakan, lebay. Berlebihan. Tapi mungkin memang seperti itulah ketika orang sedang mengagumi seorang wanita...

amplop biru

Science, Felia Rahmawati, 01-018-090-7, nilai: 100…. "Yes !!" aku berucap dalam hati. Teman-teman merubungiku, mereka bertanya bagaimana cara beljarku. Aku hanya tersenyum sambil menjawab pertanyaan mereka dengan sungkan. "Aku hanya membaca dan menghafal, itu saja!" jawabku sambil berlalu. Aku berlari supaya aku cepat bertemu Ibu. Aku bangga, senang dengan kemampuanku sendiri. Walaupun, yach, teman-teman kebanyakan mendapat nilai dibawah 78. Thanks god! ***

Aku Akan Bercerita

aku akan bercerita, mungkin ini akan terlalu biasa untuk didengar. tapi bagiku, ini adalah hal terindah yang pernah aku rasakan. jika kalian pernah merasakan segelas teh. yah, segalanya berawal dari sana….ketika pagi seperti biasa aku membaca selembar koran, hingga kutemukan sebuah tulisa dengan judul ‘segelas teh’. siapa yang membuatnya? dialah dia…. aku menyukainya, itulah yang kurasakan. aku tidak tau dari segi mana. hati kecilku memang berharap diapun begitu. walaupun aku memang tidak menginginkan dia menjadi kekasihku. bukankah setiap sesuatu yang kita cintai tidak harus menjadi milik kita? tidak apa jika dia tidak mencintaiku. saat ini aku hanya ingin merasakan perasaan ini. aku hanya ingin menikmatinya sampai waktu berbaik hati menawarkan sebuah pelabuhan yang indah. seperti Tuhan yang sedang menyiapkan sesuatu yang indah untukku pada saatnya nanti….